Senin, 19 Januari 2015

mengenal gejala stroke

Kenali gejala stroke dan bawa segera pasien stroke untuk mendapat pertolongan yang terbaik.
W= Wajah perot
Kelumpuhan saraf wajah merupakan salah satu gejala stroke yang paling sering dilaporkan. Kelumpuhan saraf wajah terjadi akibat gangguan pada saraf kranial nomor 7. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk tersenyum, wajah yang asimetri (tidak simetris) mendadak merupakan salah satu pertanda stroke.
A= Anggota gerak lemah
Kelumpuhan anggota gerak mendadak merupakan salah satu gejala stroke. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk mengangkat kedua lengannya bersamaan. Bila ada ketinggalan gerak yang sifatnya mendadak, maka hal tersebut adalah gejala stroke.
S= Sensibilitas atau rasa raba terganggu separuh
Gangguan rasa dalam bentuk baal atau kesemutan separuh badan atau salah satu anggota badan yang terjadi mendadak harus dicurigai sebagai gejala stroke. Gangguan rasa bisa dalam bentuk hilang atau kurangnya sensasi sentuh atau rasa kesemutan atau sensasi kesetrum di separuh anggota badan.
P= Pelo atau bicara tidak jelas
Bicara pelo merupakan salah satu gejala utama stroke. Mintalah orang yang dicurigai stroke untuk melafalkan kata-kata dengan huruf r, misalnya: lari-lari di rel kereta api. Bila ada pelo mendadak harus kita curigai sebagai stroke.
A= Afasia atau sukar berkomunikasi
Kehilangan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal yang terjadi secara mendadak merupakan gejala stroke. Apabila seseorang tiba-tiba tidak bisa bicara atau tidak bisa mengerti isi pembicaraan, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.
D= Disorientasi atau bingung mendadak
Pasien yang bingung mendadak bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran harus dicurigai sebagai gejala stroke. Apabila seseorang kehilangan kemampuannya untuk mengenali orang, waktu, dan tempat secara mendadak, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.
A= Apabila ada salah satu gejala diatas segera ke RS
Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Apabila ada gejala stroke segeralah minta bantuan yang tepat. Penanganan yang tepat akan memberikan hasil yang baik pula.
Diagnosis patologi (stroke sumbatan atau stroke perdarahan) ditentukan dengan pemeriksaan minimal CT Scan kepala. Penanganan yang baik di awal diharapkan akan membuahkan hasil yang baik pula.
Seorang ahli syaraf terkemuka mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak terkena serangan pertama , bila yang terkena serangan Bukan pada bagian otak yg sangat Sensitif / Penting ( biasanya bagian Batang Otak ) , maka dia bisa mengembaikan hampir semua fungsi tubuh akibat serangan stroke itu ... hampir total katanya , karena “ GOLDEN PERIOD ” orang terkena Stoke ADALAH - 3 JAM . Dia mengatakan triknya adalah korban stroke harus diketahui sejak serangan pertama , artinya ter diagnosis, dan kemudian pasien sudah harus dirawat secara medis sebelum 3 jam dari saat serangan pertama , itu yang sulit ! ! !
Maka bila anda menemui salah satu dari gejala Stroke , disitu akan berlaku ungkapan
“ Waktu LEBIH Berharga dari Emas “ .
Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa sudah makin banyak orang di sekitar korban yg dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana :
S ( = S E N Y U M ) * Minta orang tersebut untuk TERSENYUM, bila senyumnya terasa agak “aneh” dan biasanya wajahnya ( terutama bibir ) akan agak “miring”, itu sudah boleh dicurigai sebagai gejala Stroke .
B ( = B I C A R A ) * Mintalah orang tersebut untuk BERBICARA dan MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA ( yang masuk akal ) , kalau kalimat yang keluar terasa “pelo” itu juga sudah boleh dicurigai sebagai salah satu dari gejala awal serangan Stroke .
T ( T A N G A N ) * Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA, bila tangan tak bisa terangkat secara simetris dan bersamaan itupun bisa jadi adalah salah satu dari gejala Stroke .
Jika penderita bermasalah dalam melakukan SALAH SATU dari tugas-tugas diatas , rasanya anda Harus Segera menghubungi nomor panggilan darurat khusus Stroke dan anda harus bisa menggambarkan gejalanya dengan tepat pada Operator penerima telepon.
Satu Lagi yang tak kalah Penting adalah ----- Suruh penderita mengeluarkan Lidah nya dengan lurus .
CATATAN : Tanda-tanda lain dari serangan stroke adalah , bila penderita ternyata Tidak bisa mengeluarkan Lidahnya dengan lurus dan panjang , anda juga sudah boleh curiga, apalagi jika lidah yang keluar itu cenderung 'bengkok' hanya ke satu sisi ( bisa kekanan atau bisa juga kekiri ) , itu juga merupakan indikasi dari stroke.
Tips Cegah Stroke
Hari stroke sedunia merupakan suatu hari dengan pesan setiap hari 'Stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati'. Salah satu upaya pencegahan stroke adalah mengendalikan faktor risiko stroke. Berikut ini adalah tips 'CEGAH STROKE'.
C = Cari dan kendalikan faktor risiko stroke
Kenali faktor risiko stroke yang ada pada diri anda. Ada faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan dan ada faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tanyakan pada diri kita, apakah saya berisiko stroke?
Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah: usia, jenis kelamin, riwayat keluarga stroke dan ras. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, gangguan tidur, dan kegemukan. Temukan faktor risiko yang ada pada Anda dan kendalikanlah.
E = Enyahkan rokok
Merokok terbukti meningkatkan risiko stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya 2-3 kali lipat. Hal ini menjadi lebih nyata pada penderita hipertensi dan diabetes. Merokok menimbulkan pengerasan pembuluh darah dan memicu timbunan plak dalam pembuluh darah. Hal ini terbukti bagi perokok aktif maupun pasif.
G = Giat berolahraga
Olahraga teratur yang bersifat aerobik terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin sehingga terhindar dari diabetes, meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).
Lakukan olahraga yang baik mengandung unsur FITT yaitu: Frekuensi 3-4 kali seminggu, Intensitas ringan sampai sedang, Tipe aerobik, Time (waktu) 15-20 menit per kali olahraga.
A= Awasi tekanan darah
Hipertensi terbukti merupakan faktor risiko stroke yang paling konsisten dan dominan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 60-80 persen penderita stroke diawali oleh hipertensi. Awasi tekanan darah anda secara teratur.
Seseorang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dimulai dengan perubahan pola hidup, yaitu: membatasi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Pada kasus-kasus tertentu diberikan pula obat penurun tekanan darah.
H= Hindari stress
Stress terbukti meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes.
Beberapa penelitian mengkonfirmasi bahwa stress akan meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat. Luangkan waktu anda untuk olahraga ringan, membaca buku, mendengarkan musik dan berkumpul bersama teman.
Lakukanlah pencegahan stroke mulai sekarang. Stroke dapat dicegah bila kita secara dini mengenali faktor risiko stroke dan mengendalikannnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar