Rabu, 05 Oktober 2016

ETIKA DALAM MANAJEMEN


ETIKA MANAJEMEN DAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL

BAB I PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
         Etika menentukan standar sejauh mana sesuatu dalam tingkah laku dan pengambilan keputusan dianggap baik atau buruk. Tanggung jawab sosial adalah bentuk kontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri. Etika manajemen dan tanggung jawab sosial merupakan aspek yang penting dalam melaksanakan aktivitas perusahaan demi terjaminnya kelangsungan perusahaan. Untuk itu, perlu adanya penerapan dari etika manajemen dan tanggung jawab sosial. Penerapan etika manajemen dan tanggung jawab sosial bukan hanya menjadi tanggungan bagi manajer atau pimpinan melainkan juga dari karyawan perusahaan. Tak hanya itu, partisipasi dari masyarakat dan pemerintah juga diperlukan dalam lingkup ini.

1.2              Rumusan Masalah
 Bagaimana pengertian etika manajemen dan penerapan etika manajemen?
2.       Bagaimana pengertian tanggung jawab sosial dan penerapan tanggung jawab sosial?

 1.3              Tujuan Penulisan
Mengetahui dan memahami pengertian dan penerapan etika manajemen dan tanggung jawab sosial.
 1.4              Manfaat Penulisan
1.      Penulis
Menambah wawasan dan mampu menjelaskan tentang etika manajemen dan tanggung jawab sosial.
2.      Pembaca
Mengetahui penerapan dan rincian tentang etika manajemen dan tanggung jawab sosial.

BAB II PEMBAHASAN

            2.1    Etika Manajemen
Etika (ethics) adalah satu set kepercayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Etika juga diartikan sebagai sistem dari prinsip-prinsip moral atau aturan untuk bertindak (rule of conduct). Etika menyangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa penting dalam hidupnya. Isu etika hadir dalam sebuah situasi ketika tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah organisasi dapat menimbulkan manfaat atau kerugian bagi yang lain.
            Etika dalam organisasi atau etika manajemen perhatiannya meliputi tiga hal yaitu :
1.      Hubungan organisasi atau perusahaan dengan karyawan,
2.      Hubungan karyawan dengan organisasi,
3.      Hubungan organisasi dengan pihak luar.
               2.2    Pengambilan Keputusan Berdasarkan Etika Manajemen
              Hampir semua dilema etika melibatkan suatu konflik antara kebutuhan sebagian dan keseluruhan individu versus organisasi, atau organisasi versus masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Kadang-kadang suatu keputusan etika menimbulkan konflik antara dua pihak.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi etika manajemen dalam mengambil keputusan yaitu hukum, peraturan pemerintah, kode etik industri atau perusahaan, tekanan-tekanan arsial, dan tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi.
              Para manajer yang menghadapi jenis pilihan etis yang sulit sering memanfaatkan suatu pendekatan normatif yang berdasarkan norma dan nilai-nilai untuk membimbing pembuatan keputusan mereka. Etika normatif menggunakan beberapa pendekatan untuk menggambarkan nilai-nilai acuan dalam pembuatan keputusan yang etis. Empat diantaranya yang relevan bagi para manajer adalah pendekatan manfaat, pendekatan individualisme, pendekatan hak-hak moral, dan pendekatan keadilan.
               2.3    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Etis
              Manajer membawa pengaruh berupa kepribadian dan perilaku terhadap pekerjaan. Kebutuhan pribadi, pengaruh keluarga, dan latar belakang agama, seluruhnya membentuk sistem nilai seorang manajer. Karakteristik pribadi yang khusus, seperti kekuatan ekonomi, kepercayaan diri, dan rasa kemandirian yang kuat, memungkinkan para manajer untuk membuat keputusan yang etis. Salah satu perilaku pribadi yang penting adalah tahap pengembangan moral.
              Riset telah menunjukkan bahwa nilai-nilai sebuah organisasi atau departemen sangat mempengaruhi perilaku karyawan dan pembuatan keputusan. Dikebanyakan perusahaan, para karyawan percaya bahwa jika mereka tidak mengikuti nilai-nilai etika yang diekspresikan pekerjaan mereka akan berada dalam bahaya atau mereka tidak akan cocok berada di sana. Budaya merupakan suatu kekuatan yang besar karena budaya mendefinisikan nilai-nilai perusahaan. Aspek organisasi lainnya, seperti aturan dan kebijakan yang eksplisit, sistem penghargaan, sejauh mana perusahaan memperhatikan karyawannya, sistem seleksi, penekanan pada standar hukum dan profesional serta proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan juga dapat mempengaruhi nilai etika dan proses pengambilan keputusan oleh manajer.
               2.4    Tanggung Jawab Sosial
              Tanggung jawab sosial berarti manajemen harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dalam mengambil keputusan. Tanggung jawab sosial merupakan konsep yang sukar untuk dipahami, karena orang yang berbeda memiliki keyakinan yang berbeda mengenai tindakan apa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang lebih sulit lagi, tanggung jawab sosial mencakup sejumlah isu, kebanyakan diantaranya bersifat ambigu terkait dengan masalah benar atau salah.
              Terdapat dua pandangan terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial. Yang pertama menganggap perusahaan bagian dari masyarakat, maka harus melakukan tanggung jawab sosial demi kemakmuran masyarakat. Pandangan kedua menganggap organisasi bisnis tidak perlu menjalankan tanggung jawab sosial karena bertentangan dengan tujuan ekonomi perusahaan sebab mengurangi laba.
              Dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial ada empat strategi :
1.      Strategi menghindari tanggung jawab sosial karena mementingkan ekonomi,
2.      Melaksanakan tanggung jawab sosial sebatas yang diisyaratkan dalam peraturan atau undang-undang,
3.      Melakukan tanggung jawab sosial etika manajemen yang dapat diterima masyarakat,
4.      Melakukan tanggung jawab sosial secara pro-aktif agar tidak terjadi gejolak atau dampak sosial yang buruk terhadap organisasi.
              2.5 ..... Bentuk Tanggung Jawab Sosial
              Pengusaha harus memberikan perhatian terhadap masalah sosial dan lingkungan dengan melaksanakan tanggung jawab sosial misalnya dalam bentuk program CSR (Corporate Social Responsibility). Melaui CSR akan tercipta hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan sebagai syarat terjaminnya kelangsungan bisnis mereka. Aspek-aspek yang mendukung CSR antara lain adanya etika bisnis yang dijadikan pedoman dalam berbisnis dan adanya masalah masalah lingkungan.
               Apabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas dan mengandalkan padanya akan pelanggan maupun karyawannya. Perusahaan menunjukan kepeduliannya kepada komunitas dengan mensponsori event lokal atau memberikan donasi kepada kolompok sosial lokal.
 2.6              Mengevaluasi Kinerja Sosial Perusahaan
              Tanggung jawab sosial perusahaan dapat dibagi ke dalam empat kriteria. Semua tanggung jawab tersebut disusun dari atas ke bawah menurut tingkat kesulitan dan frekuensi yang dialami oleh para manajer ketika menangani permasalahan tersebut, meliputi :
1.      Tanggung Jawab Ekonomi : pandangan ini mengatakan bahwa perusahaan harus dioperasikan dengan basis orientasi laba, dengan misi tunggalnya yaitu meningkatkan labanya selama berada dalam peraturan permainan.

2.      Tanggung Jawab Legal : mendefinisikan apa yang dianggap penting oleh masyarakat sehubungan dengan perilaku perusahaan yang layak.
3.      Tanggung Jawab Etika : meliputi perilaku yang tidak perlu disusun dalam undang –undang dan boleh tidak melayani kepentingan ekonomi langsung perusahaan.
4.      Tanggung Jawab Diskresioner : murni suka rela dan dituntun oleh keinginan sebuah perusahaan untuk memberi kontribusi sosial yang tidak diperintahkan oleh ekonomi, undang-undang, atau etika.

              2.7   Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
              Banyak manajer peduli pada perbaikan iklim etika dan tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Mereka tak ingin dikejutkan atau dipaksa masuk ke dalam posisi obstruktif atau defensif. Seperti yang dikatakan salah seorang ahli pada topik etika, “Manajemen bertanggung jawab untuk menciptakan dan menopang kondisi di mana orang-orang harus menjaga kelakuan mereka sendiri”. Para manajer harus mengambil langkah-langkah aktif untuk memastikan bahwa perusahaan berdiri dengan dasar etika.

              2.8   Hasil Penerapan Etika Manajemen dan Tanggung Jawab Sosial
              Banyak perusahaan menyadari bahwa ukuran kesuksesan bukan hanya dari laporan keuangan, melainkan dari etika dan tanggung jawab sosial perusahaan dengan kinerja keuangannya menjadi perhatian baik bagi para manajer maupun ilmuwan manajemen. Salah satu hal yang diperhatikan manajer adalah apakah menjadi warga negara yang baik akan membawa dampak buruk bagi kinerja perusahaan. Sejumlah studi telah dilakukan untuk menentukan apakah peningkatan etika dan respon sosial meningkatkan atau menurunkan performa keuangan. Studi tersebut memberikan hasil yang bervariasi namun umumnya menemukan suatu hubungan kecil yang positif antara tanggung jawab sosial dan kinerja keuangan.

BAB III PENUTUP
                            3.1    Kesimpulan
              Etika berhubungan dengan nilai-nilai internal yang merupakan sebagian dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan mengenai tanggung jawab sosial yang berkaitan dengan lingkungan eksternal.
              Tanggung jawab sosial adalah kewajiban manajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri.
           Etika manajemen dan tanggung jawab sosial berhubungan erat sebagaimana yang dijelaskan di atas. Sudah banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia maupun di luar negeri yang telah menerapkan etika manajemen dan tanggung jawab sosial. Dampaknya pun telah dirasakan, karena dari penerapan kedua hal tersebut masyarakat semakin mengenal perusahaan tersebut dan cenderung mengapresiasi produknya. Untuk itu, perlu pemahaman lebih mendalam tentang etika manajemen dan tanggung jawab sosial.
 3.2     Saran
1.      Perusahaan lebih meningkatkan penerapan etika manajemen dan tanggung jawab sosial.
2.      Mengadakan acara dalam rangka mengenalkan perusahaan dan mengadakan program-program yang menarik untuk konsumen dan masyarakat.
  
  BAB IV  DAFTAR PUSTAKA
 Alma, Dr. Buchari. (2003). Pengantar Bisnis. Bandung : Alfabeta.
Catatan Kuliah Manajemen Pengantar oleh Drs. H. Moch. Zaini, MM.
Daft, Richard L. (2002). Manajemen. Jakarta : Erlangga.
Daft, Richard L. (2006). Manajemen. Jakarta : Salemba Empat.

Madura, Jeff. (2001). Pengantar Bisnis. Jakarta : Salemba Empat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar